Resensi Buku Pengantar Filsafat
Asma Nadia Safna
Judul: Pengantar Filsafat
Penulis: Drs. Loekisno Choiril Warsito, M. Ag., dkk
Kota Terbit: Surabaya
Penerbit: IAIN Sunan Ampel Press
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman: 160 halaman
Nomor ISBN: 978-602-9239-09-6
Buku ini merupakan karya dari Drs. Loekisno Choiril Warsito, M. Ag., dkk yang di dalamnya mempelajari tentang filsafat. Di dalam ini terdapat 6 Bab, masing-masing bab banyak membahas tentang filsafat yang berbeda-beda, buku ini sangat cocok untuk mahasiswa yang baru belajar filsafat, karena di dalamnya membahas filsafat mulai dari dasar filsafat hingga fungsi dan tujuan filsafat.
Buku ini sangat cocok dibaca bagi orang awam yang ingin mempelajari filsafat sebagai dasar konsep pemikiran untuk memahami kebenaran ilmu pengetahuan lain dengan menggali banyak pertanyaan dan asumsi dasar sebelum menarik sebuah kebenaran kesimpulan ilmu pengetahuan.
Kutipan Buku
Bab 1 Pengenalan Dasar Filsafat
Bab ini menjelaskan filsafat adalah cinta pada kebijaksanaan, kearifan atau pengetahuan. Plato mendefinisikan filsafat adalah pengetahuan akan segala yang ada. Tujuan penting mempelajari filsafat untuk mengetahui Tuhan, bahwa Tuhan itu Esa dan tidak bergerak, dan mengatur alam ini dengan kebijaksanaan dan keadilannya. Terdapat 3 objek material filsafat, yaitu: Hakikat Tuhan, Hakikat Alam, dan Hakikat Manusia. Metode filsafat yang terkenal adalah Metode Skolastik yang dipergunakan oleh Aristoteles dan Thomas Aquinas pada abad pertengahan. Secara umum filsafat merupakan jenis berpikir yang bersifat sistematis, kritis, radikal, refleksi, dan integral.
Bab 2 Sejarah Singkat Filsafat
Pada bab kedua ini menjelaskan sejarah filsafat pada masa kuno, terdapat kota paling penting yaitu milete yang mempertemukan jalur perdagangan antara Mesir, Italia, Yunani, dan Asia. Tipe filsafat alam disebut sebagai filsafat Pra. Scrates, karena karakter pemikiran filsafat ini berbeda dengan filsafat Socrates. Terdapat kategori tokoh-tokoh filsuf, Thales (± 600 M) yang menganggap air sebagai unsur induk. Sementara Anaximander (± 610-540 SM) segala sesuatu berasal dari "yang tak terbatas", dan sedangkan Anaximenes (± 585-525) menyatakan udara merupakan unsur induk. Masa klasik, pada masa ini muncul filsof-filsof besar seperti Sokrates, Plato, Aristoteles. Zaman ini ditandai dengan munculnya kaum sophis yang mengajarkan kepada pemuda Athena tentang keunggulan retorika dan kebenaran subjekti. Zaman Helenisme merupakan gerakan kebudayaan Yunani yang berkembang pada saat itu, yaitu semasa Kekaisaran Iskandar Agung. Masa Abad Pertengahan terdapat zaman Patristik atau Pemikiran Bapa Gereja dan zaman Skolastik yang dimana Aristoteles terkenal kembali memulai beberapa filsuf Islam dan Yunani. Pada masa modern, terdapat zaman Renaissance (kelahiran kembali), zaman Barok, zaman Aufklarung, dan zaman Romantik. Masa kini memiliki aliran yang sangat berpengaruh diantaranya positivisme, marxisme, eksistensialisme, pragmatisme, dll.
Bab 3 Filsafat, Ilmu Pengetahuan, dan Agama
Bab ketiga ini menjelaskan bahwa filsafat mempelajari seluruh realitas, sedangkan ilmu pengetahuan hanya mempelajari satu realitas atau bidang tertentu. Filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan yang berperan melahirkan dan membantu mengembangkan ilmu pengetahuan hingga dapat hidup dan berkembang. Filsafat menyelidiki, membahas, serta memikirkan seluruh alam kenyataan. Sedangkan ilmu vak hanya menyelidiki sebagian saja, misalnya ilmu hayat membicarakan tentang hewan, tumbuhan, dan manusia. Sifat ilmiah ilmu, yaitu objektif, metodis, sistematis, dan universitas. Hubungan filsafat dan agama, pada dasarnya mempunyai kesamaan, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai kebenaran sejati. Filsafat, Ilmu Pengetahuan, dan Agama, ketiganya merupakan sumber kebenaran dalam mencari kebenaran, masing-masing mempunyai metode, sistem, dan mengolah objeknya selengkapnya sampai habis-habisan, ketiganya menjadi besar berkat pencarian dan perenungan yang didorong oleh cinta yang murni kepada kebenaran.
Bab 4 Cabang-Cabang Filsafat
Bab ini menjelaskan cabang-cabang filsafat yang terdiri dari tugas cabang besar dan cabang khusus. Cabang besar meliputi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Sedangkan cabang khusus, terdiri dari filsafat bahasa, matematika, dan agama. Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu, bersifat universal. Epistemologi suatu pemikiran mendasar dan sistematik mengenai pengetahuan. Aksiologi ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai. Jika epistemologi bertujuan untuk mendapatkan kebenaran secara teoritis-rasional, maka aksiologi menekankan pada masalah kebaikan.
Bab 5 Aliran-Aliran Filsafat
Bab kelima ini menjelaskan aliran filsafat, menurut Prof. S. Takdir Alisjahbana aliran metafisik dibagi menjadi dua golongan besar, (1) Filsafat yang membahas mengenai kuantitas (jumlah) dan filsafat yang membahas mengenai kualitas (sifat). Selanjutnya aliran dari sumber pengetahuan, pertama rasionalisme berpandangan bahwa otoritas rasio (akal) adalah sumber dari segala pengetahuan. Empirisme cara memperoleh pengetahuan melalui pengalaman John Locke bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia dilahirkan, akalnya seperti catatan kosong dan didalam catatan kosong tersebut kemudian dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Kritisme, aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan manusia berasal dari luar (data empirik) maupun jiwa (rasio) manusia itu sendiri.
Bab 6 Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Filsafat
Bab keenam ini menjelaskan kedudukan filsafat mencakup keseluruhan ilmu-ilmu pengetahuan khusus tetapi masih dirasakan sampai dewasa ini. Fungsi filsafat adalah melatih berpikir kritis, serius, rasional, dan logis, serta argumentatif, mengembangkan semangat toleransi dalam perbedaan pandangan dan mengajarkan cara berpikir yang cermat dan tidak kenal lelah. Tujuan filsafat, yaitu dapat menjadikan manusia lebih terdidik dan dapat membangun diri sendiri, bersikap objektif dalam memandang kehidupan, berpandangan luas, filsafat dapat menyembuhkan dari kepicikan dan ego.
Kelebihan Buku
Buku Pengantar Filsafat ini isinya mudah dipahami untuk orang yang masih baru belajar filsafat. Seorang penulis mampu menyederhanakan isi dan pembahasan agar mudah dipahami. Dan disetiap bab diberi contoh yang mempermudah dalam belajar.
Kekurangan Buku
Mungkin untuk kekurangannya terdapat pada fisik buku yang sudah lumayan rusak. Terdapat pembahasan yang sedikit rumit dan tidak adanya contoh di kehidupan sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar