PENGALAMAN DAN HAL-HAL YANG DIPEROLEH SELAMA PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU
PENGALAMAN DAN HAL-HAL YANG DIPEROLEH SELAMA
PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU
Perkenalkan nama saya Asma Nadia Safna, biasa dipanggil
Nadia. Saya seorang mahasiswa di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
(UINSATU). Saya mahasiswa dari fakultas FUAD dengan prodi Komunikasi dan
Penyiaran Islam. Sekarang saya duduk di semester 2 dan mendapatkan kelas di KPI
2D. Saya merupakan alumni dari salah satu SMK di Tulungagung, yaitu SMKN 1
Boyolangu. Saya alumni dari jurusan Multimedia dan menjadi angkatan terakhir di
jurusan tersebut. Karena di jurusan ini saya mempelajari banyak sekali mata
pelajaran, mulai dari Desain Grafis, Teknik Audio Video, Sistem Komputer, ddl.
Sehingga sekarang lebih dialihkan ke jurusan Broadcasting dan DKV.
Selama berkuliah dari semester 1-2 ini, saya memiliki 2
orang teman yang selalu jadi support dan juga sharing mengenai tugas-tugas yang
sering diberikan oleh dosen, mereka Ayska dan Dinda. Pada semester 2 ini
terdapat mata kuliah Filsafat Ilmu yang diajarkan oleh Bapak Ngainun Naim.
Sebelumnya Bapak Ngainun Naim juga menjadi dosen saya pada semester 1 dengan
mata kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam. Di semester 1 dulu sudah pernah
mempelajari Filsafat Umum, namun saya masih kurang mengerti dan sulit mencerna
satu persatu tentang filsafat. Saya baru mengetahui tentang filsafat ketika
kuliah ini, karena sebelumnya saya berasal dari sekolah negeri yang tidak
berbasis Islam.
Awal-awal saya mendengarkan materi filsafat itu sulit
dicerna, saya beranggapan bahwa filsafat identik dengan ilmu yang menyuruh kita
untuk berpikir keras tentang suatu objek
atau kejadian yang bisa dikatakan sepele. Namun, filsafat merupakan ilmu yang
mempelajari kejadian yang terjadi di kehidupan nyata yang kemudian dikaitkan
dengan pemikiran manusia secara kritis, dimana kita mengandalkan logika dan
harus mampu mempertanyakan, bertanya tentang suatu kejadian yang terjadi.
Kuncinya dalam filsafat adalah banyak-banyak bertanya.
Filsafat menurut saya adalah mata kuliah yang mampu
menguras pikiran. Karena dalam mata kuliah filsafat, mahasiswa dituntut untuk
berfikir secara kritis dalam menanggapi semua kejadian yang ada. Selain itu,
mengaitkan filsafat dengan agama yang kadang membuat bingung dan sulit
menerima, karena jawabannya tidak dapat dijelaskan dengan logika manusia.
Namun, untuk filsafat ilmu yang diajarkan oleh Bapak Ngainun Naim saya bisa
mengerti, karena beliau menjelaskan materi disertai dengan contohnya. Jadi,
saya lebih mudah mencerna dan sedikit memahami tentang filsafat di semester 2
ini.
Dari salah satu materi filsafat ilmu, saya tertarik
dengan materi tentang Hubungan Ilmu, Filsafat, dan Agama. Karena dalam materi
ini saya mengetahui tujuan dari kita berfilsafat adalah untuk mentukan
kebenaran suatu kejadian, dan agama sendiri khususnya Islam banyak
kejadian-kejadian diluar akal dan logika manusia, dan membuat kita berpikir
tentang kebenaran dari kejadian tersebut. Ilmu pengetahuan menentukan
kebenarannya dengan riset atau metode ilmiah, filsafat menemukan kebenarannya
dengan logika, dan agama menemukan kebenarannya dengan keyakinan. Ilmu
pengetahuan kebenarannya bersifat empiris, filsafat kebenarannya bersifat
spekulatif, dan agama kebenarannya bersifat mutlak atau absolute.
Seperti peristiwa Isra' Mi'raj yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad SAW. Di satu sisi, akal sehat kita sulit menerima kisah perjalanan
Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, lalu naik ke langit hingga Sidratul
Muntaha dalam satu malam. Di sisi lain, keyakinan iman kita sebagai umat Islam
meyakini sepenuhnya kebenaran peristiwa tersebut. Filsafat, dengan konsep
kebenarannya, menghadirkan pertanyaan kritis. Apakah peristiwa Isra' Mi'raj
benar-benar terjadi, atau merupakan sebuah simbolis saja? Pertanyaan ini
mengantarkan kita pada batas-batas kebenaran. Kebenaran mungkin ada di luar
jangkauan akal dan bukti ilmiah. Peristiwa Isra' Mi'raj menjadi contoh nyata di
mana keyakinan iman menjadi landasan utama untuk menerimanya. Kita sebagai umat
Islam diajak untuk mempercayai keagungan Allah SWT, meskipun peristiwa tersebut
tidak dapat dijelaskan secara logis.
Namun, sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa kebenaran
agama bersifat absolut dan mutlak, artinya apa yang difirmankan Allah pasti
benar dan ada, terlepas dari logika dan akal manusia. Dalam hal ini, iman
didahulukan daripada pembuktian ilmiah. Kisah Isra' Miraj merupakan contoh
pertentangan antara logika manusia dan kuasa Allah. Perbedaan mendasar antara
filsafat dan agama terletak pada sumber kebenarannya. Filsafat memiliki nilai
kebenaran yang relatif dan spekulatif karena bersumber dari logika manusia yang
relatif pula. Sedangkan agama memiliki nilai kebenaran yang absolut, mutlak,
dan abadi karena bersumber dari Allah SWT yang absolut dan abadi pula.
Filsafat bagaikan alat yang tajam untuk menjelaskan dan
memperkuat ajaran agama. Dengan pemikiran kritis dan logis, filsafat dapat
membantu memahami makna di balik dogma agama, serta memberikan argumen rasional
untuk mendukung keyakinan agama. Agama, menjadi sumber inspirasi bagi munculnya
pemikiran filosofis yang mendalam. Pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang
kehidupan, keberadaan Tuhan, dan hakikat realitas yang dipelajari dalam agama
memicu para pemikir untuk mencari jawaban melalui filsafat. Perjalanan filsafat
tak jarang mengantarkan para pemikir pada kesimpulan yang memperkuat keimanan
mereka. Melalui perenungan mendalam, mereka menemukan bukti-bukti yang
mendukung eksistensi Tuhan dan meyakinkan mereka akan kebenaran ajaran agama.
Untuk penutupan mata kuliah Filsafat Ilmu ini, saya
sangat berterima kasih kepada Bapak Ngainun Naim yang telah mendampingi di semester
2 ini. Yang telah mengajarkan filsafat ilmu sehingga saya lebih mudah memahami
dan mengerti. Dengan pembelajaran diskusi ini, mempermudah saya untuk berpikir
kritis lagi. Dan saya merasa beruntung telah diberi kesempatan untuk belajar
dan berkembang di semester 2 ini, dengan lingkungan pembelajaran yang mendukung
dan nyaman.
Nama : Asma Nadia Safna
NIM : 1860304232093
Kelas : KPI 2D
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Komentar
Posting Komentar