Catatan Seminar Coaching Riset dan Publikasi (Asma Nadia Safna)

 Coaching Riset dan Publikasi

" Tren Riset Antropologi Agama "

Asma Nadia Safna (1860304232093)



        Pembahasan seminar Coaching Riset dan Publikasi yang di narasumber oleh Prof. Yanwar Pribadi. Pada hari Selasa, 07 Mei 2024 di Aula Gedung Rektorat L. 3. 

     Pembahasan yang pertama tentang "Peluang Studi Antardisiplin: Kajian tentang Agama".  Kekuatan agama di negara-negara sekular telah menghadirkan berbagai tantangan, termasuk di Indonesia. Keragaman etnis, kelas sosial, dan status sosial di Indonesia menjadi kunci dalam memahami bagaimana agama, budaya, dan politik berinteraksi di negara ini. Agama, budaya, dan politik di Indonesia hidup berdampingan, berkembang, dan berjuang dalam hubungan yang komplek dan saling menguntungkan. Tumbuhnya ruang-ruang publik memungkinkan suara-suara keagamaan lebih lantang terdengar. Hal ini menimbulkan beberapa tantangan, seperti:
➛ Otoriterianisme: potensi munculnya otoriterianisme agama.
➛ Fragmentasi otoritas: terfragmentasinya otoritas agama dan politik.
➛ Diskusi kompleks: meningkatnya kompleksitas diskusi tentang " kebaikan bersama" dalam konteks agama.

     Keikutsertaan umat beragama dalam kampanye demokrasi di Indonesia adalah fenomena yang luar biasa. Umat beragama mendedikasikan diri untuk merumuskan argumen keagamaan yang mendukung pluralisme, demokrasi, hak-hak perempuan, dan masyarakat sipil. Di banyak daerah, terdapat aliansi dan kompetisi atas interpretasi simbol-simbol agama dan budaya, serta kontrol lembaga negara dan publik. Hubungan antara agama, politik, dan aspek-aspek sosial budaya lainnya menjadi sangat rumit ketika mereka ditransformasikan menjadi simbol, wacana, dan praktik publik. Hal ini melahirkan paradoks:
𑇐 Rendahnya kualitas demokrasi:
   ⤑Kekurangan masyarakat sipil yang otonom dan kuat.
   Seringnya terjadi kekerasan etnis dan agama.
   Prevalensi populisme, klientelisme, dan korupsi.
𑇐Keberhasilan dalam mewujudkan pemerintahan yang baik:
 Mantra "membawa pemerintah lebih dekat kepada rakyat" dalam arti politik pemilu dan     desentralisasi.
  Penguatan identitas lokal.

    Bidang kajian agama dan masyarakat di Indonesia sangat luas dan beragam, mencakup berbagai disiplin ilmu seperti antropologi, sosiologi, politik, sejarah, ekonomi, dan hukum. Kajian-kajian ini meneliti berbagai aspek kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia, baik dari perspektif klasik maupun kontemporer.

    Pembahasan selanjutnya tentang "Etnografi" merupakan cabang ilmu antropologi yang mempelajari budaya individu dan kelompok secara mendalam dari sudut pandang subjek penelitian. Peneliti etnografi terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat yang dipelajari untuk mengamati perilaku, memahami interpretasi mereka, dan mendokumentasikan pola interaksi sosial dalam konteks lokal.

Ciri-ciri Etnografi:

  • Penelitian kualitatif: Mengandalkan observasi partisipan, wawancara, dan pengumpulan data kualitatif lainnya.
  • Pendekatan holistik: Memahami budaya secara keseluruhan, termasuk sejarah, struktur sosial, nilai-nilai, dan praktik.
  • Fokus pada makna: Memahami bagaimana orang-orang di dalam budaya menafsirkan perilaku dan pengalaman mereka.
  • Konteks lokal: Memahami budaya dalam konteks spesifiknya, bukan dalam standar universal.

➥ Metode Etnografi:

  • Observasi partisipan: Peneliti terlibat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat yang dipelajari.
  • Wawancara: Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan individu dan kelompok.
  • Pengumpulan data lain: Peneliti dapat mengumpulkan data lain seperti dokumen, foto, dan artefak budaya.

➥ Topik Etnografi:

  • Komunitas tradisional: Suku, desa, kelompok agama.
  • Organisasi: Perusahaan, sekolah, rumah sakit.
  • Fenomena budaya: Budaya populer, subkultur, gerakan sosial.

➥ Pentingnya Etnografi:

  • Memberikan pemahaman mendalam tentang budaya dan pengalaman hidup orang lain.
  • Membantu menantang stereotip dan prasangka.
  • Memberikan informasi berharga untuk kebijakan dan program sosial.

➥ Perkembangan Etnografi:

  • Etnografi online: Mempelajari budaya di dunia virtual.
  • Etnografi multi-siklus: Melakukan penelitian etnografi dalam beberapa tahap.
  • Etnografi refleksif: Mempersadarkan peneliti tentang peran mereka dalam penelitian.

    Etnografi digital adalah metode penelitian yang mempelajari penggunaan teknologi digital dan dampaknya terhadap budaya dan hubungan sosial.

➥ Karakteristik Etnografi Digital:

  • Menggunakan teknologi digital: Peneliti menggunakan platform media sosial, blog, dan alat online lainnya untuk mengumpulkan data.
  • Lebih luas jangkauannya: Etnografi digital memungkinkan peneliti untuk mempelajari budaya dan masyarakat yang berbeda secara geografis.
  • Lebih mendalam: Etnografi digital memungkinkan pengumpulan data yang lebih kaya dan menyeluruh dibandingkan metode tradisional.
  • Memanfaatkan teknologi: Peneliti menggunakan teknologi seperti AI dan machine learning untuk menganalisis data dan menghasilkan wawasan.

➥ Manfaat Etnografi Digital:

  • Memahami budaya digital: Etnografi digital membantu kita memahami bagaimana orang menggunakan teknologi digital dan bagaimana hal itu memengaruhi budaya mereka.
  • Mempelajari dampak sosial: Etnografi digital dapat digunakan untuk mempelajari dampak teknologi digital terhadap hubungan sosial, identitas, dan komunitas.
  • Mengembangkan teknologi yang lebih baik: Etnografi digital dapat membantu dalam pengembangan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai masyarakat.

➥ Contoh Etnografi Digital:

  • Mempelajari bagaimana orang menggunakan media sosial untuk mengekspresikan identitas mereka.
  • Menganalisis bagaimana teknologi digital digunakan dalam gerakan sosial dan aktivisme.
  • Memahami dampak teknologi digital pada hubungan antarpribadi dan komunitas.

 

Kesimpulan:

Tren riset antropologi agama fokus pada agama di negara sekular, partisipasi agama dalam politik, dan kajian agama dan masyarakat. Etnografi dan etnografi digital merupakan metode penting untuk mempelajari budaya dan dampak teknologi digital.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Ilmu sebagai Pengetahuan

RESENSI BUKU "BICARA ITU ADA SENINYA

RESUME PERTEMUAN KEEMPAT