Hangatnya Reuni Keluarga di Hari Raya Idul Fitri
Hangatnya Reuni Keluarga di Hari Raya Idul Fitri
Nama: Asma Nadia Safna
Sebagian besar umat Islam di Indonesia sangat menantikan hari raya Idul
Fitri. Ada banyak cara untuk berkumpul bersama di hari raya Idul Fitri, seperti
makan bersama, halal bi halal, melakukan reuni, dan jalan-jalan bersama
keluarga. Selain itu, momen Idul Fitri memperkuat hubungan antara orang Islam
dan non-Muslim. Semua orang muslim dapat merayakan bulan Ramadhan dan hari raya
Idul Fitri karena keberkahan yang ada di dalamnya.
Sesampainya
di rumah, saya langsung pergi ke dapur untuk membantu keluarga saya yang sedang
mempersiapkan makanan untuk acara reuni keluarga. Tahun ini adalah tahun kelima
dimana acara reuni ini dilaksanakan. Dimulai pada tahun 2019, namun disaat 2020
acara reuni tidak berlanjut karena virus corona. Setelah corona mereda, di
tahun 2021 dilaksanakan kembali acara reuni ini. Dan kebetulan di tahun ini
bergiliran di rumah saya. Saya membantu untuk memotong seledri dan dilanjutkan
untuk memotong jelly. Beberapa saudara saya juga datang untuk membantu
mempersiapkan makanan yang disajikan. Pada pukul 10.30 saya dan kakak saya
meracik bakso untuk ditata dimeja dan juga meracik es buah, agar mudah untuk
diambil nantinya. Karena sudah selesai untuk mempersiapkan semuanya, saya
memutuskan untuk bersiap-siap. Acara reuni ini, sebenarnya mulai pada pukul
13.00, namun saudara saya banyak yang telat jadinya acara dimulai pada pukul
14.00. Tepat pukul 13.00 Bu Nur datang paling dahulu, dikarenakan rumah beliau
hanya didepan rumah saya. Kemudian, per satu anggota keluarga mulai berdatangan,
dengan membawa keceriaan dan kebahagiaan di wajah mereka. Ada Pak Towil, salah
satu kepala keluarga dengan senyumnya yang selalu ramah, Mbak Nik yang selalu
sigap dengan urusan makanan, dan Adek Aisyah yang selalu membawa cerita-cerita hal
lucu dan bermain bersama Keenan. Tak ketinggalan pula, saudara-saudara dari
kota sebelah yang sudah lama tak bertemu. Seperti biasa, ketika ada yang datang
kita bersalaman dan dikasih sebungkus makanan ringan. Lalu mereka
berkumpul, ada yang di depan rumah dan
juga dalam rumah. Sembari menunggu semua datang, mereka dapat memakan makanan
ringan dulu.
Acara
diawali dengan sambutan dari Mas Dedi, lalu pembukaan tahlil bersama yang
dipimpin oleh Pak Towil, mendoakan ahli kubur dari keluarga yang telah tiada
yang dibacakan oleh kakak saya. Kemudian dilanjut membaca ayat suci Al-Qur’an
yang dibacakan oleh Pak Nuri. Setelah selesai acara tersebut, kakak saya
memberi informasi bawasannya untuk acara tahun depan berada di rumah adik ayah
saya. Acara selanjutnya adalah makan bersama, ada dua opsi makanan yaitu sate
ayam dan bakso. Namun, kebanyakan dari mereka mengambil bakso saja, dan untuk
minumannya ada es buah yang segar banget diminum diwaktu siang menuju sore.
Mereka berantri mengambil makanan, ada juga yang membuat video, dan menunggu
agak sepi. Setelah mengambil makanan dan minuman yang tersaji, mereka berkumpul
sambil mengobrol dan penuh canda tawa menghiasi suasana di hari ini. Mereka
menyantap makanan dengan penuh rasa syukur, sampai-sampai ada yang nambah
karena rasanya enak. Ketika mulai sepi, saya pun mengambil salah satu makanan
dan memakannya di halaman depan.
Di
tengah keceriaan, salah satu dari mereka berdiri dan menyampaikan beberapa
patah kata. Beliau mengingatkan kepada saudara-saudara yang datang tentang
pentingnya menjaga tali persaudaraan dan saling memaafkan. Beliau juga mengajak
mereka untuk selalu menjaga tradisi keluarga dan nilai-nilai luhur yang telah
ditanamkan sejak kakek dan nenek ada. Pesan tersebut menyentuh hati semua yang
hadir. Mereka semua terdiam sejenak, merenungkan makna lebaran yang
sesungguhnya. Lebaran bukan hanya tentang makan-makan dan bersenang-senang,
tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan.
Setelah
makan bersama, dilanjutkan untuk sesi foto bersama, foto bersama yang awalnya
mau di depan masjid, tidak jadi berakhir di depan rumah saja. Kakak saya mengatur
posisi semua anggota keluarga yang ikut foto bersama dan difotokan oleh salah
satu saudara saya. Setelah foto bersama selesai beberapa dari mereka ada menghabiskan waktu bersama dengan
berbagai kegiatan. Ada yang bermain game, ada yang bercerita tentang pengalaman
mereka selama setahun terakhir, dan juga yang berfoto atau membuat video tiktok.
Saya dan sepupu melakukan foto bersama terlebih dahulu. Suasana terasa penuh
dengan kegembiraan dan keakraban.
Menjelang
sore hari, satu per satu anggota keluarga mulai berpamitan untuk kembali ke
rumah masing-masing. Karena sisa makanan masih banyak, beberapa saudara saya
disuruh untuk membawa makanan untuk dibawa balik ke rumah. Mereka dengan senang
hati mengambil dan membungkus makanan yang tersisa. Meskipun terasa berat untuk
berpisah lagi, namun acara ini sungguh menyenangkan dan membuat kenangan yang
tak terlupakan. Ada 3 anak kecil yang sedang main di depan rumah dipanggil sama
ibu saya untuk makan atau minum hidangan yang masih tersisa. Mereka hanya
mengambil minum saja. Dilanjutkan dengan 2 tetangga saya yang habis selesai
sholat Ashar disuruh mampir ke rumah untuk makan dan minum juga. Mereka bilang
baksonya enak dan esnya segar. Lalu, mereka juga membungkus makanan untuk di
rumah.
Sebelumnya,
4 teman saya memang mau bersilaturahmi kesini ada Abel, Putri, Efrinda, dan
Rona. Sambil menunggu mereka datang, saya membantu kakak saya untuk
membersihkan ruang tamu yang dipakai sebelumnya dan membuang sampah-sampah yang
berserakan didalam. Lalu saya mencuci beberapa mangkok dan sendok untuk
digunakan makan nantinya. Mereka sampai di rumah saya pada pukul 16.30, sesampainya
di rumah, mereka langsung bersalaman terlebih dahulu dan dilanjut untuk makan.
Ketika itu saya memberi opsi untuk memilih makanan, karena mereka malu disuruh
untuk makan dan akhirnya mereka memilih untuk makan bakso saja. Ibu saya
membantu meracikkan seledri dan kubis dimangkok dan saya mengambilkan pentol
bakso dan kuahnya yang panas. Disitu juga kakak saya membantu membuatkan es
buah. Seperti biasa, mereka selalu membuat dokumentasi berupa video untuk
diupload pada akun Instagram.
Selesai
mereka makan, kita melakukan foto bersama di halaman depan. Dengan penuh canda
dan tawa kita berfoto karena selalu tidak ada yang benar saat bergaya. Selesai
berfoto kita masuk ke ruang tamu untuk mengobrol tentang apapun kegiatan kita.
Sambil mengobrol mereka juga menikmati makanan lebaran yang ada di meja. Kita
membuat planning liburan untuk semester ini, namun itu masih wacana.
Karena salah satu dari kita itu berkuliah di Kota Malang, dia memberi saran
untuk main ke Malang pada liburan kali ini. Selang beberapa waktu, Efrinda
memutuskan untuk balik dahulu karena ada kegiatan selanjutnya katanya. Jadi,
tersisa kita berempat lanjut mengobrol dan menikmati waktu bersama. Karena
sudah mulai gelap, mereka bertiga juga memutuskan untuk balik ke rumah
masing-masing. Mereka berpamitan kepada ibu dan kakak saya, lalu saya antarkan
kedepan rumah.
Reuni
keluarga di Hari Raya Idul Fitri merupakan momen berharga untuk memperkuat tali
persaudaraan, menjaga tradisi, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam
keluarga. Momen ini menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan menghargai
kebersamaan bersama orang-orang terkasih.
Lebaran
tahun ini telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi keluarga saya. Dimana mereka
semua merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka berharap agar
momen reuni Lebaran ini dapat terus terjaga di tahun-tahun mendatang, dan
menjadi pengingat bagi mereka untuk selalu menjaga tali persaudaraan dan saling
memaafkan. Bagi ibu saya, Lebaran tahun ini adalah Lebaran yang paling
istimewa. Beliau dapat melihat adik, kakak, dan anak cucunya tumbuh dewasa dan
saling menyayangi. Ibu berharap agar mereka semua dapat terus menjaga tradisi
keluarga dan selalu saling mendoakan satu sama lain. Lebaran tahun ini telah
membawa kedamaian bagi seluruh keluarga saya. Kedamaian yang lahir dari rasa
cinta, kasih sayang, dan saling memaafkan. Kedamaian yang akan terus mereka
jaga dan lestarikan selamanya hingga akhir hayat.
Blog ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah Kewarganegaraan






Komentar
Posting Komentar