Hangatnya Reuni Keluarga di Hari Raya Idul Fitri

Hangatnya Reuni Keluarga di Hari Raya Idul Fitri

Nama: Asma Nadia Safna 

             Sebagian besar umat Islam di Indonesia sangat menantikan hari raya Idul Fitri. Ada banyak cara untuk berkumpul bersama di hari raya Idul Fitri, seperti makan bersama, halal bi halal, melakukan reuni, dan jalan-jalan bersama keluarga. Selain itu, momen Idul Fitri memperkuat hubungan antara orang Islam dan non-Muslim. Semua orang muslim dapat merayakan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri karena keberkahan yang ada di dalamnya.


            Bertepatan pada hari Selasa, 16 April 2024 atau hari ketujuh lebaran diadakan reuni keluarga besar dari ayah saya. Sebelum memulai itu semua, pada hari itu juga bertepatan dengan hari perdana masuk kuliah lagi setelah libur lebaran. Pada pukul 05.00 pagi saya bangun untuk bersiap-siap, pukul 06.40 saya berangkat ke kampus untuk melaksanakan madrasah diniyah. Madrasah diniyah berlangsung selama 1 jam setengah. Karena masih hari perdana setelah lebaran, suasana di kampus sangat sepi. Parkiran motor yang berada di lapangan utama biasanya penuh ini hanya terisi setengah saja, dikarenakan masih banyak mahasiswa yang mudik di kota asal mereka. Kegitan madrasah diniyah ini dimulai pukul 07.00 dengan membaca doa terlebih dahulu, lalu membaca surat-surat pendek, dan dilanjutkan pada materi hari ini. Selesai membaca bersama, dilanjutkan dengan maju kedepan untuk membaca secara mandiri. Madrasah diniyah berakhir pada pukul 08.30, sebelum pulang kita melakukan halal bi halal terlebih dahulu. Meskipun kegiatan madrasah diniyah sudah dimulai, namun untuk pembelajaran untuk mata kuliah masih libur, meskipun ada juga yang online atau uts. Selesai madrasah diniyah, saya tidak langsung pulang karena menemani teman saya Melani untuk ke tempat tambal ban terlebih dahulu. Lalu setelah sampai di tempat tambal ban, saya baru balik ke rumah.

            Sesampainya di rumah, saya langsung pergi ke dapur untuk membantu keluarga saya yang sedang mempersiapkan makanan untuk acara reuni keluarga. Tahun ini adalah tahun kelima dimana acara reuni ini dilaksanakan. Dimulai pada tahun 2019, namun disaat 2020 acara reuni tidak berlanjut karena virus corona. Setelah corona mereda, di tahun 2021 dilaksanakan kembali acara reuni ini. Dan kebetulan di tahun ini bergiliran di rumah saya. Saya membantu untuk memotong seledri dan dilanjutkan untuk memotong jelly. Beberapa saudara saya juga datang untuk membantu mempersiapkan makanan yang disajikan. Pada pukul 10.30 saya dan kakak saya meracik bakso untuk ditata dimeja dan juga meracik es buah, agar mudah untuk diambil nantinya. Karena sudah selesai untuk mempersiapkan semuanya, saya memutuskan untuk bersiap-siap. Acara reuni ini, sebenarnya mulai pada pukul 13.00, namun saudara saya banyak yang telat jadinya acara dimulai pada pukul 14.00. Tepat pukul 13.00 Bu Nur datang paling dahulu, dikarenakan rumah beliau hanya didepan rumah saya. Kemudian, per satu anggota keluarga mulai berdatangan, dengan membawa keceriaan dan kebahagiaan di wajah mereka. Ada Pak Towil, salah satu kepala keluarga dengan senyumnya yang selalu ramah, Mbak Nik yang selalu sigap dengan urusan makanan, dan Adek Aisyah yang selalu membawa cerita-cerita hal lucu dan bermain bersama Keenan. Tak ketinggalan pula, saudara-saudara dari kota sebelah yang sudah lama tak bertemu. Seperti biasa, ketika ada yang datang kita bersalaman dan dikasih sebungkus makanan ringan. Lalu mereka berkumpul,  ada yang di depan rumah dan juga dalam rumah. Sembari menunggu semua datang, mereka dapat memakan makanan ringan dulu.

            Acara diawali dengan sambutan dari Mas Dedi, lalu pembukaan tahlil bersama yang dipimpin oleh Pak Towil, mendoakan ahli kubur dari keluarga yang telah tiada yang dibacakan oleh kakak saya. Kemudian dilanjut membaca ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Pak Nuri. Setelah selesai acara tersebut, kakak saya memberi informasi bawasannya untuk acara tahun depan berada di rumah adik ayah saya. Acara selanjutnya adalah makan bersama, ada dua opsi makanan yaitu sate ayam dan bakso. Namun, kebanyakan dari mereka mengambil bakso saja, dan untuk minumannya ada es buah yang segar banget diminum diwaktu siang menuju sore. Mereka berantri mengambil makanan, ada juga yang membuat video, dan menunggu agak sepi. Setelah mengambil makanan dan minuman yang tersaji, mereka berkumpul sambil mengobrol dan penuh canda tawa menghiasi suasana di hari ini. Mereka menyantap makanan dengan penuh rasa syukur, sampai-sampai ada yang nambah karena rasanya enak. Ketika mulai sepi, saya pun mengambil salah satu makanan dan memakannya di halaman depan.

            Di tengah keceriaan, salah satu dari mereka berdiri dan menyampaikan beberapa patah kata. Beliau mengingatkan kepada saudara-saudara yang datang tentang pentingnya menjaga tali persaudaraan dan saling memaafkan. Beliau juga mengajak mereka untuk selalu menjaga tradisi keluarga dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sejak kakek dan nenek ada. Pesan tersebut menyentuh hati semua yang hadir. Mereka semua terdiam sejenak, merenungkan makna lebaran yang sesungguhnya. Lebaran bukan hanya tentang makan-makan dan bersenang-senang, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan.

            Setelah makan bersama, dilanjutkan untuk sesi foto bersama, foto bersama yang awalnya mau di depan masjid, tidak jadi berakhir di depan rumah saja. Kakak saya mengatur posisi semua anggota keluarga yang ikut foto bersama dan difotokan oleh salah satu saudara saya. Setelah foto bersama selesai beberapa dari mereka  ada menghabiskan waktu bersama dengan berbagai kegiatan. Ada yang bermain game, ada yang bercerita tentang pengalaman mereka selama setahun terakhir, dan juga yang berfoto atau membuat video tiktok. Saya dan sepupu melakukan foto bersama terlebih dahulu. Suasana terasa penuh dengan kegembiraan dan keakraban.

            Menjelang sore hari, satu per satu anggota keluarga mulai berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena sisa makanan masih banyak, beberapa saudara saya disuruh untuk membawa makanan untuk dibawa balik ke rumah. Mereka dengan senang hati mengambil dan membungkus makanan yang tersisa. Meskipun terasa berat untuk berpisah lagi, namun acara ini sungguh menyenangkan dan membuat kenangan yang tak terlupakan. Ada 3 anak kecil yang sedang main di depan rumah dipanggil sama ibu saya untuk makan atau minum hidangan yang masih tersisa. Mereka hanya mengambil minum saja. Dilanjutkan dengan 2 tetangga saya yang habis selesai sholat Ashar disuruh mampir ke rumah untuk makan dan minum juga. Mereka bilang baksonya enak dan esnya segar. Lalu, mereka juga membungkus makanan untuk di rumah.

            Sebelumnya, 4 teman saya memang mau bersilaturahmi kesini ada Abel, Putri, Efrinda, dan Rona. Sambil menunggu mereka datang, saya membantu kakak saya untuk membersihkan ruang tamu yang dipakai sebelumnya dan membuang sampah-sampah yang berserakan didalam. Lalu saya mencuci beberapa mangkok dan sendok untuk digunakan makan nantinya. Mereka sampai di rumah saya pada pukul 16.30, sesampainya di rumah, mereka langsung bersalaman terlebih dahulu dan dilanjut untuk makan. Ketika itu saya memberi opsi untuk memilih makanan, karena mereka malu disuruh untuk makan dan akhirnya mereka memilih untuk makan bakso saja. Ibu saya membantu meracikkan seledri dan kubis dimangkok dan saya mengambilkan pentol bakso dan kuahnya yang panas. Disitu juga kakak saya membantu membuatkan es buah. Seperti biasa, mereka selalu membuat dokumentasi berupa video untuk diupload pada akun Instagram.

            Selesai mereka makan, kita melakukan foto bersama di halaman depan. Dengan penuh canda dan tawa kita berfoto karena selalu tidak ada yang benar saat bergaya. Selesai berfoto kita masuk ke ruang tamu untuk mengobrol tentang apapun kegiatan kita. Sambil mengobrol mereka juga menikmati makanan lebaran yang ada di meja. Kita membuat planning liburan untuk semester ini, namun itu masih wacana. Karena salah satu dari kita itu berkuliah di Kota Malang, dia memberi saran untuk main ke Malang pada liburan kali ini. Selang beberapa waktu, Efrinda memutuskan untuk balik dahulu karena ada kegiatan selanjutnya katanya. Jadi, tersisa kita berempat lanjut mengobrol dan menikmati waktu bersama. Karena sudah mulai gelap, mereka bertiga juga memutuskan untuk balik ke rumah masing-masing. Mereka berpamitan kepada ibu dan kakak saya, lalu saya antarkan kedepan rumah.

            Reuni keluarga di Hari Raya Idul Fitri merupakan momen berharga untuk memperkuat tali persaudaraan, menjaga tradisi, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam keluarga. Momen ini menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan menghargai kebersamaan bersama orang-orang terkasih.

            Lebaran tahun ini telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi keluarga saya. Dimana mereka semua merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka berharap agar momen reuni Lebaran ini dapat terus terjaga di tahun-tahun mendatang, dan menjadi pengingat bagi mereka untuk selalu menjaga tali persaudaraan dan saling memaafkan. Bagi ibu saya, Lebaran tahun ini adalah Lebaran yang paling istimewa. Beliau dapat melihat adik, kakak, dan anak cucunya tumbuh dewasa dan saling menyayangi. Ibu berharap agar mereka semua dapat terus menjaga tradisi keluarga dan selalu saling mendoakan satu sama lain. Lebaran tahun ini telah membawa kedamaian bagi seluruh keluarga saya. Kedamaian yang lahir dari rasa cinta, kasih sayang, dan saling memaafkan. Kedamaian yang akan terus mereka jaga dan lestarikan selamanya hingga akhir hayat.


Blog ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah Kewarganegaraan

           

 

           

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Ilmu sebagai Pengetahuan

RESENSI BUKU "BICARA ITU ADA SENINYA

RESUME PERTEMUAN KEEMPAT