Fenomena pengetahuan berubah menjadi ilmu pengetahuan
Saat aku kecil, aku memiliki rambut yang tipis, mudah rontok, dan tidak terlalu lebat. Waktu itu, aku dan ibu sedang berjalan-jalan ke rumah nenek. Dan nenek melihat rambutku dan bertanya kepada ibu. Ibu pun bercerita tentang kenapa rambutku seperti itu. Kemudian nenek memberikan solusi agar rambutku bisa tumbuh lebat dan tidak rontok.
Nenek mengajak ibu kerumah tetangganya. Ia meminta beberapa lembar lidah buaya kepada tetangganya. Lalu, ibu tetangga itu mengambilkan lidah buaya yang sangat banyak di halaman rumahnya. Nenek mengatakan untuk mengoleskan gel lidah buaya itu ke rambutku setiap hari. Ibu pun mengikuti saran dari nenek dan dengan sabar mengoleskan gel lidah buaya ke rambutku setiap hari.
Setelah beberapa minggu memakai gel lidah buaya, ibu mulai melihat perubahan pada rambutku. Rambutku jadi lebih kuat, tidak mudah rontok, dan makin lebat. Ibu sangat senang dengan hasil rambutku yang sekarang dan ibu terus menggunakan gel lidah buaya pada rambutku.
Pada ceritaku di atas menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional tentang lidah buaya yang berubah menjadi ilmu pengetahuan. Pengetahuan nenek tentang manfaat lidah buaya untuk rambut menjadi ilmu pengetahuan ketika ibu mencoba dan melihat hasilnya di rambutku.
Ilmu pengetahuan tidak hanya berasal dari penelitian ilmiah, tetapi juga bisa dari pengetahuan tradisional ataupun pengalaman sehari-hari. Setelah aku dewasa, aku mulai mempelajari lebih lanjut tentang lidah buaya dan manfaatnya bagi rambut. Lidah buaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang membantu menumbuhkan rambut. Aku juga belajar bahwa lidah buaya itu memiliki sifat anti- inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit kepala.
Nama: Asma Nadia Safna
NIM: 1860304232093
Komentar
Posting Komentar